Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Berpikir Merdeka

Barangsiapa yang memiliki seorang budak, lalu ia memberinya pendidikan sebaik-baiknya, dan diajarkannya adab sebaik-baiknya, kemudian ia merdekakan dan nikahkan, maka ia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari).
Sedikit perenungan akan membawa kita pada kesadaran, mengapa dalam Hadis di atas Rasulullah mendahulukan pendidikan dan adab daripada pemerdekaan. Ternyata inilah hakikat merdeka yang melebihi kemerdekaan dalam arti leksikal, sebab pendidikan dan adab memerdekakan seseorang walau jasmaninya terpenjara. Jika tuntunan Rasulullah diterapkan,maka sempurnalah kemerdekaan seorang budak. Sebaliknya jika tuntunan itu diabaikan, maka tidak ada artinya kemerdekaan si budak, sebab ia tetap diperbudak oleh kebodohan. Berdasarkan logika ini, maka hapusnya perbudakan sekarang ini tidak menirmaknakan Hadis di atas. Sebab, meski secara semantik terlihat berbicara tentang budak, namun secara sintaksis-redaksional pokok pikiran Hadis adalah hubungan relasional. Yaitu relasi kewajiban memerdekakan ole…