Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Kekuatan Kata

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (يس: 82) Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. (Q.S. Yasin [36]: 82). Ayat ini dan beberapa ayat lain yang senada kerap ditakwil karena dianggap tidak rasional. Karena terjadinya sesuatu merupakan akibat dari perbuatan, sedangkan kata juga hasil perbuatan. Jadi tidak logis dikatakan sesuatu mewujud hanya dengan kata-kata. Dari itu, “kun” ditakwil sebagai aksi yang lebih dari sekadar kata. Mungkin logika ini kokoh dari perspektif fisika newtonian modern. Tetapi dari perspektif fisika quantum logika ini tidak cukup bertahan. Fisika quantum mengungkapkan bahwa inti atom berupa energi yang disebut elektron, proton dan sebagainya. Sementara kata disampaikan lewat suara yang berupa gelombang. Temuan-temuan ini sinergi dengan perkembangan filsafat postmodern yang melihat fenomena berbahasa sebagai inti filsafat. Berbahasa dilihat sebagai media …

Perkataan Buruk

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا (148) إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا (149) Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. (QS. Al-Nisa’ [4]: 148-149).
Menurut para mufasir, kata layuhibbu (tidak menyukai) di sini bermakna dilarang. Sebab suka dan benci merupakan dorongan psikologis (infi‘al) yang mustahil adanya pada diri Allah. Bahkan dilihat dari dimensi ilahiah, penciptaan alam dengan fenomena positif negatif di dalamnya merupakan kosekuensi dari sunnatullah. Dalam hal ini, Allah tidak punya kepentingan dengan kedua sisi sunnatullah ini. Lain halnya dari dimensi insaniah, kepe…