Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Puasa dan Fitrah (Ayat 46 Surah al-Hajj)

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (Q.S. al-Hajj [22]: 46).
Menurut Qatadah dan Ibn Jubayr, asbabunnuzul ayat ini adalah pertanyaan Ibn Ummi Maktum yang buta matanya: “Ya Rasulullah, kami ini buta di dunia, apakah kami juga buta di akhirat?” Lalu turunlah ayat ini sebagai jawaban, bahwa yang sebenarnya buta—dunia-akhirat—adalah mereka yang ‘buta mata hati’-nya. Masalahnya, apakah ‘buta mata hati’ di sini bersifat majazi (metafor), atau haqiqi? Secara redaksional ayat ini berupa metafor, sebab ayat sebelumnya berbicara tentang negeri yang dihancurkan (al-Hajj ayat 45: fa ka’ayyin min qaryah ahlaknaha) yang dapat disaksikan dengan mata kepala atau informasi yang sampai ke telinga. Lalu ayat 46 menyuruh manusia berjalan di muka bumi agar memiliki “hati …

Dimensi Dosa

رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « كُلُّ أُمَّتِى مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ ، وَإِنَّ مِنَ الْمَجَانَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ ، فَيَقُولَ يَا فُلاَنُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ » . Seluruh umatku dimaafkan, kecuali orang yang mempertontonkan dosanya. Perumpamaannya seperti orang yang berbuat dosa di malam hari, lalu ia menyambut pagi dalam kondisi dosanya ditutupi oleh Allah. Ironisya, ia malah membeberkan: “Wahai Polan, aku telah melakukan ini dan itu tadi malam.” Jadilah ia membuka selubung yang ditutupkan Allah untuknya. (HR. al-Bukhari) Hadis ini membicarakan dosa dalam tiga dimensi, yaitu dimensi empirik, metaempirik dan metafisik. Ketiga dimensi ini disampaikan secara lugas oleh Rasulullah, dengan membuat perumpamaan gelap malam sebagai selubung. Perumpamaan ini membangun citra dalam imajinasi kita sebagai rekonst…